Silaturahmi Dengan Sesama
Yang dimaksud SESAMA adalah sesama makhluk hidup yang ada di muka bumi, dalam arti kita dituntut untuk bisa berinteraksi dengan lingkungan agar ekosistem tetap terlestarikan.
Kita sebagai manusia dituntut untuk bersilaturahmi (menyambungkan rahmat Alloh) kepada:
“…. Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan “.(QS. Al-Qashash [28]: 77).
Yang dimaksud SESAMA adalah sesama makhluk hidup yang ada di muka bumi, dalam arti kita dituntut untuk bisa berinteraksi dengan lingkungan agar ekosistem tetap terlestarikan.
Kita sebagai manusia dituntut untuk bersilaturahmi (menyambungkan rahmat Alloh) kepada:
- tumbuhan
- hewan
- alam sekitar (lingkungan)
“…. Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan “.(QS. Al-Qashash [28]: 77).
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ
الدَّارَ الآخِرَةَ وَلا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِن كَمَا
أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الأَرْضِ إِنَّ
اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia,
Pada dasawarsa terakhir ini banyak terjadi bencana alam di Tanah Air
kita, yang mengakibatkan timbulnya korban jiwa, terluka atau cacat, dan
kerusakan sarana dan prasarana kehidupan masyarakat. Bencana alam itu
antara lain juga disebabkan oleh ulah manusia sendiri, seperti
penggundulan hutan, pengeprasan bukit, penumpukan sampah, dan lain-lain.
Mengenai ulah manusia ini dinyatakan dalam Alquran Surah Ar-Rum ayat 41
:
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan-tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (QS. Ar-Rum [30]: 41).
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan-tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (QS. Ar-Rum [30]: 41).
Timbulnya kerusakan lingkungan hidup di bumi itu menyebabkan
kesengsaraan hebat umat manusia, baik pada masa kita sekarang ini,
maupun kelak generasi anak keturunan kita, sebab lingkungan hidup yang
juga menjadi sumber ekonomi itu telah rusak. Maka kita umat Islam
Indonesia sebagai warga negara yang baik, dan merupakan mayoritas
penduduk Indonesia hendaknya menyadari dan merasa bertanggung jawab
untuk mengatasi permasalahan nasional tersebut.
Keberadaan bumi sebagai ciptaan Allah, sangat banyak disinggung dalam
Alquran. Tidak kurang dari 461 kata ardh ( bumi ) terdapat dalam kitab
suci tersebut. Di antaranya Allah SWT menekankan dalam banyak ayat agar
manusia jangan berbuat kerusakan di muka bumi. Seperti tersebut dalam
Surah Al-Maidah ayat 64 :
“Dan mereka berusaha menimbulkan kerusakan di bumi. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”. (QS. Al-Mai’dah [5]: 64).
Sumber : http://mui-lplhsda.org/kewajiban-umat-islam-memelihara-kelestarian-lingkungan-hidup/
“Dan mereka berusaha menimbulkan kerusakan di bumi. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”. (QS. Al-Mai’dah [5]: 64).
Sumber : http://mui-lplhsda.org/kewajiban-umat-islam-memelihara-kelestarian-lingkungan-hidup/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar